Buka Muktamar NU di Jombang, Prabowo Serukan 'Jas Hijau' saat Sambutan

Ringkasan Berita
  • Presiden Prabowo Subianto menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang dan mengenalkan istilah "Jas Hijau" sebagai penghormatan terhadap jasa ulama dan pesantren, terinspirasi dari jargon Bung Karno "Jas Merah".
  • Pidato Presiden menekankan peran sentral kiai dan santri dalam perjuangan kemerdekaan, khususnya pada Pertempuran Surabaya 1945, serta apresiasi kepada ulama di pelosok desa yang membina moral dan kerukunan.
  • Acara dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional lintas generasi seperti Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, mantan Wapres Ma'ruf Amin dan Jusuf Kalla, serta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
  • Total peserta yang hadir mencapai sekitar 4.300 undangan di tenda utama, dengan perwakilan daerah sebanyak 2.942 utusan dari PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia, di mana 2.042 telah menyelesaikan registrasi.

JOMBANG,BANGSAONLINE.com - Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung khidmat di Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kamis (27/8/2026).

Agenda akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang tiba di lokasi sekitar pukul 15.27 WIB.

Kedatangan Kepala Negara disambut jajaran petinggi PBNU, di antaranya Rais 'Aam KH Miftachul Akhyar, Sekjen Saifullah Yusuf (Gus Ipul), serta Pengasuh PP Bahrul Ulum KH Hasib Hasbullah.

Sebelum menempati kursi VVIP, Presiden menyempatkan diri menyapa para tamu dan menunjukkan kehangatan dengan memeluk KH Said Aqil Siradj dan KH Ali Mashuri (Gus Ali), serta memberikan gestur hormat penuh takzim kepada ulama sepuh Kediri, KH Nurul Huda Djazuli.

Di hadapan ribuan muktamirin, Presiden Prabowo memperkenalkan istilah "Jas Hijau" sebagai bentuk penghormatan terhadap kontribusi historis kalangan pesantren.

Istilah tersebut terinspirasi dari jargon legendaris Bung Karno, "Jas Merah" atau Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah.

"Jika Bung Karno mempopulerkan Jas Merah, maka saya ingin menyerukan 'Jas Hijau': Jangan sekali-sekali melupakan jasa ulama," tegas Prabowo dalam pidato pembukanya.

Ia menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia yang diraih dan diuji melalui peristiwa Pertempuran Surabaya 1945 tidak lepas dari peran sentral para kiai dan santri.

"Selain itu, apresiasi mendalam turut dialamatkan kepada kiai-kiai di pelosok desa yang konsisten membina moral bangsa serta merawat kerukunan warga tanpa pamrih," tuturnya.

Muktamar ke-35 NU turut dihadiri pejabat dan tokoh nasional lintas generasi yang tampak mendampingi di arena utama.

Di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Bendum PBNU Gudfan Arif Ghofur.

Selain itu, mantan Wapres KH Ma'ruf Amin, mantan Wapres Jusuf Kalla, Prof. M. Nuh, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga hadir dalam agenda tersebut.

Secara keseluruhan, tenda utama diisi sekitar 4.300 undangan.

Sementara untuk dinamika kepesertaan perwakilan daerah, panitia mencatat total 2.942 utusan PWNU dan PCNU dari seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.042 peserta telah merampungkan registrasi resmi, sedangkan 900 lainnya masih menyelesaikan proses administrasi kehadiran. (aan/van)