Siapakah Mbah Hamid Pasuruan yang Haulnya Selalu Akbar

Oleh: Firman Syah Ali
 
Hari ini saya mendampingi pamanda Prof Dr H Moch Mahfud MD sebagai nara sumber dalam rangkaian Haul Mbah Hamid Pasuruan. Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya dapat bermuwajjahah dengan Gus Idris Hamid (putera Almaghfurlah), Gus Nailur Rochman (cucu Almaghfurlah), KH Taufik Abdurrachman Ketua Yayasan Ponpes Bayt Al-Hikmah, serta beberapa tokoh dzurriyah Mbah Hamid lainnya.
 
Siapakah Mbah Hamid Pasuruan yang Haul rutinnya setiap tahun selalu akbar dan dihadiri orang-orang besar ini?
 
Sebagaimana kebanyakan ulama besar tanah Jawa, Mbah Hamid Pasuruan merupakan salah satu dzurriyah Mbah Sambu Lasem. KH Mahfudz Shiddiq dan KH Ahmad Shiddiq merupakan paman beliau. 
 
Nasab Mbah Hamid bersusur galur dengan para pendiri NU, namun beliau tidak ikut mendirikan NU karena pada saat NU didirikan, usia beliau masih belasan tahun.
 
Beliau meneguk ilmu agama dan hikmah-hikmah tasawuf di Pondok Pesantren asuhan KH Muhammad Shiddiq Jember (kakeknya sendiri), Pondok Pesantren Kasingan Rembang, dan Pondok Pesantren Tremas Pacitan. 
 
Beliau aktif berdakwah selama tiga dekade lebih, yaitu sejak tahun 1951 sampai dengan tahun 1982. Dalam masa dakwah tersebut, beliau bahu membahu dengan Habib Ja'far Bin Syaikhan Assegaf Pasuruan, Habib Sholeh Tanggul, Habib Baqir Mauladdawilah, KH Ahmad Shiddiq Jember, KH Ali Maksum Krapyak, KH As'ad Syamsul Arifin, Gus Miek Kediri, KH Bisyri Syansuri Denanyar, KH Abd Wahab Hasbullah Tambakberas, KH Adlan Ali Cukir, KH Abdul Majid Bata-bata dan beberapa ulama lainnya.
 
Pada masa aktifnya, Mbah Hamid Pasuruan merupakan pusat konsultasi spiritual banyak ulama besar, negarawan hingga wong cilik, sehingga tak heran pancaran manfaat nyata dari karomahnya terasa di segala lini, dari masa ke masa. 
 
Resonansi dari pengaruh spiritual beliau itulah yang saat ini menjadi magnet tersendiri sehingga haul rutin beliau setiap tahun selalu diperingati oleh ratusan ribu jamaah bahkan bisa menyentuh 1 juta jamaah dari seluruh nusantara. 
 
Jumlah jamaah yang terus meningkat tentu terkait dengan manfaat dan barokah yang dirasakan oleh jamaah setelah menghadiri Haul, baik secara spiritual maupun secara sosio-ekonomi.
 
Semoga Haul Mbah Hamid 2026 ini mendapat barokah yang besar dari Allah SWT untuk Shohibul Haul KH Abdul Hamid Pasuruan, maupun untuk seluruh Jamaah Haul. 
 
*) Penulis adalah Pengurus Pusat Majelis Alumni IPNU/Pengurus Pusat Asosisasi Dosen Pergerakan (ADP)/Panglima Nahdliyyin Bergerak (NABRAK)