CKG 2026 Kota Pasuruan Sasar 38.687 Siswa, Walkot Adi Tekankan Langka Preventif

KOTA PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota Pasuruan menargetkan pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah dan Pesantren 2026 mencakup 100 persen siswa sasaran untuk memperkuat deteksi dini masalah kesehatan anak.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo saat membuka Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah dan Pesantren Tahun 2026 di SMP Negeri 8 Kota Pasuruan, Kamis (13/8/2026).

Ia menegaskan, CKG tidak sekadar menjadi pemeriksaan kesehatan, tetapi juga langkah preventif untuk mengetahui kondisi kesehatan anak sejak dini.

“Data ini bukan hanya angka, tetapi fakta yang menunjukkan bagaimana kondisi anak-anak kita. CKG ini penting sebagai upaya preventif untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit-penyakit lainnya,” ujar Adi.

Target tersebut mengacu pada hasil pelaksanaan CKG 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, dari 38.470 siswa yang menjadi sasaran, cakupan pemeriksaan mencapai 75,44 persen.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian ialah rendahnya aktivitas fisik, dengan 12.634 siswa tercatat memiliki aktivitas fisik yang kurang.

“Di era digital saat ini, aktivitas fisik anak ternyata sangat terbatas. Ini menjadi tantangan kita bersama. Maka kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas fisik di sekolah harus ditingkatkan,” ungkapnya.

Wali Kota juga meminta pemetaan kebutuhan dan pemerataan guru olahraga dilakukan agar kegiatan fisik dapat berjalan optimal di seluruh sekolah.

Selain itu, sebanyak 9.643 siswa tercatat mengalami karies atau gigi berlubang. Temuan tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan Dr. Shierly Marlena, M.M., menyampaikan bahwa CKG bertujuan mengidentifikasi faktor risiko dan mendeteksi masalah kesehatan sejak dini pada anak usia sekolah.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar tindak lanjut melalui Puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan sesuai dengan kondisi masing-masing siswa.

Ia menjelaskan, pada 2026 CKG ditargetkan menjangkau 38.687 siswa di 169 sekolah. Jumlah tersebut terdiri atas 21.561 siswa SD/MI, 10.357 siswa SMP/MTs, dan 6.769 siswa SMA/MA. Pelaksanaan CKG Sekolah dan Pesantren dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September 2026 dengan target cakupan 100 persen.

Wali Kota menegaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah siswa yang diperiksa, tetapi juga dari pemanfaatan hasil pemeriksaan sebagai dasar menentukan intervensi kesehatan yang tepat.

“Tahun 2025 CKG Kota Pasuruan berada di peringkat ketiga di Jawa Timur. Tahun ini tentu harapannya kita bisa menjadi peringkat pertama. Tetapi bukan sekadar persoalan berada di peringkat berapa, yang lebih penting adalah tugas kita memastikan anak-anak didik kita sehat, selain terus meningkatkan intelektualitas dan pendidikannya,” tegas Wali Kota.

Ia menambahkan, kesehatan dan pendidikan merupakan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia sejak dini.

Kick Off CKG Sekolah dan Pesantren Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Pasuruan.

 Setelah kegiatan, Wali Kota juga memantau langsung proses pemeriksaan kesehatan terhadap para siswa. (afa/van)