Kontingen Kota Kediri terdiri atas 32 Pramuka Penggalang, enam Pramuka Berkebutuhan Khusus, empat pendamping kontingen reguler, dua pendamping kontingen Pramuka Berkebutuhan Khusus, serta dua pimpinan kontingen.
"Terima kasih kepada Kwarcab Kota Kediri yang telah membimbing adik-adik Pramuka sehingga siap mengikuti Jambore Nasional XII. Selamat kepada adik-adik yang telah mengikuti seleksi dari awal yang begitu ketat. Sehingga adik-adik bisa mengikuti Jambore Nasional XII," ujarnya.
Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa terpilih menjadi peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan.
Pasalnya, tidak semua anak memiliki kesempatan mengikuti kegiatan tersebut karena proses seleksinya berlangsung sangat ketat.
Ia berpesan agar seluruh peserta menjadikan Jamnas XII sebagai wadah untuk belajar dan mengembangkan karakter. Terutama dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, kreativitas, serta rasa cinta tanah air.
"Apalagi nanti bertepatan juga dengan HUT RI. Jadikan Jamnas ini untuk banyak belajar dan mandiri. Karena kalian nanti akan melakukan semuanya sendiri selama mengikuti Jamnas" ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda juga mengingatkan seluruh peserta agar selalu menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan, termasuk memastikan obat-obatan pribadi yang dibutuhkan tidak tertinggal.
Selain itu, wali kota termuda ini juga menekankan pentingnya menjaga etika dan sopan santun selama berada di Jambore Nasional.
Harapannya, seluruh peserta dapat menunjukkan karakter positif sebagai generasi muda Kota Kediri, sekaligus memperluas jejaring pertemanan dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
"Tunjukkan bahwa warga Kota Kediri punya sopan santun, dan memperluas pertemanan. Siapa tahu nanti ada daerah lain yang ingin belajar ke Kota Kediri," pungkas Vinanda.
Dalam arahannya, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri Edy Herwiyanto menekankan bahwa keikutsertaan dalam Jambore Nasional XII bukanlah untuk berekreasi, melainkan menjadi kesempatan berharga untuk belajar dan mengembangkan diri.
Menurutnya, para peserta akan bertemu dengan pelajar dan anggota Pramuka dari seluruh Indonesia sehingga momen tersebut harus dimanfaatkan untuk menimba ilmu, bertukar pengalaman, serta memperluas jejaring pertemanan dengan seluruh kontingen.
"Pramuka ini bukan organisasi kepemudaan namun ini adalah mandatori. Tujuannya mendidik karakter dimana mendidik karakter ini tugas yang berat. Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjadikan anak-anak Kota Kediri memiliki karakter yang baik," tegasnya.
Ketua Harian Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri Adi Sutrisno menjelaskan bahwa Pramuka Berkebutuhan Khusus juga mengikuti seleksi seperti Pramuka Reguler.
Dari 18 anak, terpilih enam anak yang lolos untuk mengikuti Jamnas XII. Selanjutnya, mereka mendapat pembekalan internal di Kwarcab dan diajak city tour.
"Sebelumnya Kota Kediri belum pernah memberangkatkan Pramuka Berkebutuhan Khusus. Arahan dari Kamabicab dan Ka Kwarcab kita berangkatkan Pramuka Berkebutuhan Khusus agar mereka punya kesempatan yang sama. Nantinya disana yang Pramuka Berkebutuhan Khusus ini dikumpulkan Kwarda Jatim dan yang membina dari Kwarda Jatim," ungkapnya.
Sementara itu, Sutadji, salah satu orang tua peserta Jambore Nasional XII, mengaku bangga anaknya dapat mengikuti ajang tersebut. Anaknya, Guyub Nasrullah Aji Wicaksono, merupakan salah satu Pramuka Berkebutuhan Khusus.
Sutadji bersyukur anaknya terpilih untuk mengikuti Jamnas. Guyub Nasrullah diketahui memiliki ketertarikan terhadap Pramuka dan memilih Pramuka sebagai ekstrakurikuler di sekolahnya, yakni SLB Putra Asih.
"Alhamdulillah saya bersyukur dan tidak menduga anak saya bisa sampai ke Jamnas XII. Saya tidak khawatir anak saya jauh karena pembinanya sudah sangat baik dan memperhatikan anak saya," ujar pria yang tinggal di Kelurahan Singonegaran ini. (uji/van)










