KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) memadati Lapangan Krampyangan pada Sabtu (1/8/2026). Kehadiran para pelajar se-Kota Pasuruan tersebut guna memeriahkan "Lomba Dolanan Anak Tradisional", sebuah ajang yang diinisiasi untuk menghidupkan kembali budaya lokal di tengah gempuran teknologi digital.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo. Dalam sambutannya, Adi menegaskan bahwa agenda ini menjadi wadah penting agar generasi muda dapat mengikrarkan kembali keterikatannya dengan permainan khas Nusantara yang kini kian meredup akibat tergerus game online.
"Pada kesempatan pagi hari ini, seluruh siswa SMP se-Kota Pasuruan difasilitasi mengikuti lomba dolanan anak tradisional. Permainan seperti ini mungkin sudah tidak begitu familiar bagi anak-anak masa kini karena mereka lebih banyak disibukkan dengan permainan berbasis teknologi, terutama game," ujar Mas Adi, sapaan Wali Kota Pasuruan.
Ia menguraikan bahwa Pemerintah Kota Pasuruan bertekad kuat untuk terus nguri-uri atau merawat warisan leluhur. Sebab, permainan tradisional tidak sekadar memberikan kesenangan fisik, melainkan menyimpan nilai-nilai pembentukan karakter yang berharga bagi tumbuh kembang remaja.
"Dolanan tradisional memiliki banyak nilai, seperti membangun kebersamaan, kerja sama, tenggang rasa, dan interaksi sosial. Nilai-nilai inilah yang harus kita pertahankan agar tidak hilang di tengah kemajuan teknologi dan derasnya budaya luar yang masuk ke lingkungan kita," lanjutnya.

Lebih lanjut, Mas Adi menginginkan agar jangkauan kegiatan ini ke depan dapat diperluas hingga tingkat Sekolah Dasar (SD). Langkah ini dipandang strategis tidak hanya untuk memupuk kecintaan budaya sejak dini, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya di Kota Pasuruan.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan atau wisata budaya, tetapi juga sarana membangun karakter anak melalui kebersamaan dan kerja sama. Berbeda dengan bermain game yang cenderung minim interaksi sosial, dolanan tradisional menghadirkan ruang untuk saling berkomunikasi dan berkolaborasi," jelasnya.
Melalui kemeriahan lomba ini, ia berharap para peserta yang berasal dari pelbagai sekolah dapat memanfaatkan momen untuk saling menyapa, memperluas jejaring pertemanan, dan mempererat tali silaturahmi antar-pelajar.
Turut hadir mendampingi dalam pembukaan acara, yakni Wakil Wali Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah, Wakil Ketua TP PKK Kota Pasuruan, serta jajaran kepala perangkat daerah setempat. (afa/rev)










