Hipmi Kota Malang Dorong Paradigma Baru Lewat Kewirausahaan

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Ketua BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, mendorong lahirnya paradigma baru bahwa masa purnabhakti bukan akhir perjalanan karier, melainkan momentum membangun karya dan kontribusi baru melalui dunia usaha.

Gagasan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Persiapan Purnabhakti Kelas Eksekutif Tahun Anggaran 2026 yang digelar Balai Diklat Keuangan (BDK) Malang, Kementerian Keuangan.

Ia mengajak peserta melihat pensiun sebagai fase untuk mengoptimalkan pengalaman, jejaring, dan kapasitas kepemimpinan.

“Para pejabat memiliki modal besar, mulai dari pengalaman memimpin, integritas, kemampuan manajerial hingga jejaring luas. Semua itu aset yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif, baik melalui kewirausahaan maupun kontribusi sosial,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Sebagai contoh, ia menyoroti industri kopi Indonesia yang mampu menciptakan nilai tambah jika seluruh rantai bisnis dikelola terintegrasi, mulai dari budidaya, pengolahan, distribusi, hingga ekspor. 

“Indonesia memiliki kekayaan kopi yang diakui dunia. Tantangan berikutnya adalah menciptakan nilai tambah di setiap mata rantai bisnisnya,” katanya.

Menurut dia, semangat kewirausahaan menjadi bekal penting bagi aparatur negara yang memasuki masa purnabhakti agar tetap beradaptasi dengan perubahan dan terus berkontribusi bagi pembangunan ekonomi.

Kolaborasi Hipmi Malang dengan BDK disebut strategis untuk mempertemukan pengalaman birokrasi dengan dinamika usaha.

Sementara itu, Kepala BDK Malang, Iqbal Soenardi, menyebut keterlibatan Hipmi memperkaya wawasan peserta melalui pengalaman nyata pelaku usaha. Selain diskusi, peserta juga melakukan observasi lapangan ke unit usaha seperti Vosco Coffee, sentra industri Pondok Modern Kabupaten Malang, serta Grup J99.

Program ini diharapkan melahirkan paradigma baru bahwa purnabhakti bukan garis akhir pengabdian, melainkan titik awal menghadirkan inovasi, membangun usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memberi manfaat bagi masyarakat serta perekonomian nasional. (dad/mar)