Peringatan Harkopnas di Pamekasan, Khofifah: Koperasi Harus Jadi Penopang Ekonomi Rakyat Jatim

Ringkasan Berita
  • Gubernur Jatim Khofifah menegaskan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan dan benteng ketahanan ekonomi daerah, yang harus terus memperluas akses ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat.
  • Kontribusi koperasi dan UMKM terhadap perekonomian Jatim mencapai sekitar 60%, dengan provinsi ini memiliki 29.987 koperasi aktif terbanyak di Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 sebesar 5,96% (melampaui nasional).
  • Koperasi didorong untuk beradaptasi dengan transformasi digital dan AI, menjadi organisasi modern dan profesional, melalui program strategis pemerintah seperti digitalisasi dan perluasan akses pembiayaan inklusif.
  • Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah menjadi penggerak ekonomi desa, dengan 8.494 unit terbentuk dan nilai transaksi tertinggi nasional (Rp23,7 miliar atau 38% dari total nasional), mencakup berbagai layanan seperti sembako, farmasi, dan simpan pinjam.

Menurutnya, semangat koperasi telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa sejak digagas R. Aria Wiriaatmadja dan diperkuat melalui Kongres Koperasi Indonesia pertama di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, tetap relevan sebagai implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang menempatkan perekonomian nasional berlandaskan asas kekeluargaan dan keadilan sosial.

Mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", Khofifah menjelaskan bahwa koperasi berdaya berarti membangun kelembagaan yang sehat, tata kelola profesional, permodalan yang kuat, serta mampu beradaptasi dengan transformasi digital.

Sementara Indonesia berjaya merupakan cita-cita menghadirkan perekonomian nasional yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan.