TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 561 mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban resmi diberangkatkan untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 dari halaman kampus setempat pada Senin (20/7/2026). Selama menerjunkan diri ke masyarakat, seluruh mahasiswa dipastikan mengantongi perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Penyerahan kartu kepesertaan jaminan perlindungan kesehatan dan keselamatan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja, langsung kepada perwakilan mahasiswa sebelum diberangkatkan.
Rektor Unirow Tuban, Prof. Dr. Warli, M.Pd., menyatakan bahwa hadirnya BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya menjamin rasa aman bagi para mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana edukasi berharga mengenai pentingnya perlindungan ketenagakerjaan. Kerja sama Unirow dengan BPJS Ketenagakerjaan sendiri sudah terjalin cukup lama, sehingga seluruh peserta KKN tahun ini secara otomatis telah diikutsertakan dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).
"Meskipun telah memperoleh perlindungan menyeluruh, kami tetap mengingatkan supaya peserta KKN tetap menjaga keselamatan, menaati aturan, dan segera berkoordinasi dengan DPL apabila menghadapi kendala selama berada di lokasi KKN," ujar Prof. Warli berpesan.
Prof. Warli menambahkan, KKN tahun ini menghadirkan tantangan tersendiri karena para mahasiswa ditempatkan di wilayah lintas provinsi, meliputi Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, hingga Kabupaten Rembang di Jawa Tengah. Ratusan mahasiswa tersebut dibagi menjadi 32 kelompok, dengan rincian 19 kelompok bertugas di Tuban, 3 kelompok di Bojonegoro, dan 10 kelompok di Rembang.
"Kegiatan KKN tahun ini mengusung tema Implementasi Kampus Berdampak Melalui Suksesi Gerakan Indonesia ASRI yakni Aman, Sehat, Resik dan Indah," paparnya.
Rektor yang juga pakar bidang matematika tersebut menjelaskan bahwa KKN Unirow 2026 diarahkan untuk mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan. Berbagai program unggulan disiapkan, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, peningkatan kesehatan, hingga penguatan budaya hidup bersih dan aman.
"Tentu program KKN Tematik ini didasarkan kepada prinsip-prinsip pendidikan, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani," tegas Prof. Warli.
Di sisi lain, Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Irvansyah Utoh Banja, menegaskan bahwa kehadirannya di Kampus Ronggolawe merupakan wujud komitmen nyata untuk memastikan seluruh mahasiswa peserta KKN mendapatkan jaminan perlindungan secara menyeluruh, sehingga dapat menjalankan program secara aman dan produktif.
"Kami pastikan, mahasiswa KKN Unirow dapat perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan," ucap Utoh.
Ia merinci bahwa cakupan perlindungan berlaku sejak perjalanan berangkat dari kampus menuju lokasi KKN, selama berkegiatan di desa pengabdian, hingga perjalanan kembali pulang. Perlindungan ini meliputi jaminan kecelakaan kerja yang menanggung seluruh biaya pengobatan medis sampai peserta pulih kembali.
"Bahkan jika terjadi musibah yang menyebabkan meninggal dunia, BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan santunan kepada ahli waris," pungkasnya. (wan/rev)










