Dalam sesi tersebut, delegasi Indonesia yang diwakili William Yani Wea terlibat dalam pembahasan berbagai isu strategis, mulai dari tantangan otomatisasi hingga perlindungan hak-hak pekerja di era kecerdasan buatan.
"Keterlibatan KSPSI AGN dalam perumusan menjadi motor penggerak bagi aspirasi Indonesia untuk memastikan inovasi teknologi dibarengi dengan inovasi hukum dan sosial," kata William Yani dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Pria yang akrab disapa Willy itu mengatakan tema forum BRICS tahun ini memberikan peluang untuk mendorong perubahan transformatif di dunia kerja. Menurutnya, masa depan ketenagakerjaan harus dibangun secara inklusif, adil, dan memberikan manfaat bagi seluruh pekerja. Ia juga menilai serikat pekerja perlu memiliki peran kelembagaan dalam mekanisme tata kelola dan proses pengambilan keputusan di BRICS.
"Dialog sosial yang bermakna dan kerja sama tripartit yang efektif sangat penting untuk mengatasi tantangan yang muncul dan memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi diterjemahkan menjadi peningkatan standar hidup bagi kaum pekerja," tandas Willy.




