Polres Lamongan Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Agrobis Babat

LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda Pasar Agrobis Babat, Kabupaten Lamongan, pada Minggu (12/7/2026) malam sekitar pukul 20.30 WIB.

Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 10 stan di kawasan pasar.
Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Adimas Firmansyah mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

"Benar, saat ini Satreskrim Polres Lamongan telah melakukan penyelidikan dan olah TKP di lokasi hari ini," ujar AKP Adimas Firmansyah, Senin (13/7/2026).

Di lokasi kejadian, petugas memasang garis polisi untuk mengamankan area yang terbakar agar tidak rusak maupun terkontaminasi selama proses penyelidikan berlangsung.

Menurut AKP Adimas, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan serta pemeriksaan Tim Labfor Polda Jawa Timur.

"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," katanya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid mengatakan proses penanganan di lokasi masih terus dilakukan. Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Armada tersebut berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan, Pos Damkar Paciran, Pos Babat, Pos Ngimbang, serta bantuan dari Yon TP 887/KJM Ngimbang.

Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 02.30 WIB setelah petugas gabungan berjibaku selama beberapa jam memadamkan kobaran api.

"Hari ini proses penanganan masih berlanjut dengan kegiatan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru karena masih terlihat kepulan asap dari sisa material yang terbakar," ujar Ipda Hamzaid.

Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran menghanguskan sekitar 10 stan di Pasar Agrobis Babat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. (van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: