MOJOKERTO,BANGSAONLINE.com - BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mojokerto memberikan penghargaan kepada badan usaha yang dinilai patuh dalam mendukung keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kegiatan Gathering Badan Usaha bertajuk 'Together For Better Protection' di Hotel Ayola, Selasa (7/7/2026)
Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan, badan usaha, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan keberlangsungan Program JKN.
Acara dihadiri Bupati Mojokerto, Koordinator Wilayah Pengawas Ketenagakerjaan Mojokerto dan Jombang, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Kesehatan, APINDO, serta pimpinan dan perwakilan badan usaha dari Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, dan Kabupaten Jombang.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mojokerto, Titus Sri Hardianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada badan usaha yang telah berkontribusi terhadap keberlangsungan Program JKN.
Penghargaan diberikan dalam kategori Badan Usaha Patuh skala besar, menengah, serta kecil dan mikro, dengan masing-masing kategori terdiri atas tiga penerima.
Penilaian didasarkan pada kepatuhan penyampaian data sebesar 70 persen dan kepatuhan pembayaran iuran sebesar 30 persen selama periode Juli 2025 hingga Juni 2026.
“Untuk Penerima Penghargaan Badan Usaha Patuh Kategori Badan Usaha Skala Besar adalah PT Sengdam Jaya Abadi, PT Pei Hai International Wiratama Indonesia dan PT Indomarco Prismatama Cabang Jombang. Untuk kategori Badan Usaha Skala Menengah yaitu PT Sinergi Gula Nusantara PG Gempolkrep, CV Tirta Harta dan CV Canbe Kosmetik Indonesia. Dan untuk kategori Badan Usaha Patuh Kategori BU Skala Kecil / Mikro diberikan kepada UD Bangun Karya Mandiri, PT Pamuja Group Productions, dan PT Altezza Anugerah Abadi,” ungkap Titus.
Titus menambahkan, BPJS Kesehatan juga memberikan apresiasi kepada badan usaha yang mendukung keberlangsungan Program JKN melalui Program Donasi, baik donasi peserta maupun donasi tunggakan iuran.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada badan usaha yang menerapkan skema sharing iuran.
Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan dapat memotivasi badan usaha lain agar semakin meningkatkan partisipasi dan dukungannya terhadap keberlangsungan Program JKN.
“Penghargaan Donasi untuk delapan Badan Usaha yaitu PT Sehat Tentrem, Klinik Mata Mojoagung, RS Mawadah, Klinik Mata EDC Mojosari, RS Kartini, RS Gatoel, Optik Marlin dan Optik International. Dan untuk sebelas Badan Usaha yang menerapkan Skema Sharing Iuran yaitu RSK Mojowarno, RS Hasyim Asy'ari, RSNU Jombang, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari, PT Multi Pakan Jaya Sentosa, RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo, RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, PT Mufasufu Sejati Jaya Lestari, CV Pangan Berkah Sentosa, CV Laz-Uq Cabang Jombang dan CV Prima Sejahtera Medika,” terang Titus.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan apresiasi atas komitmen BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, Program JKN merupakan program strategis yang memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.
"Melalui program ini, masyarakat memperoleh kepastian dalam mengakses pelayanan kesehatan sehingga tidak perlu khawatir terhadap beban biaya ketika sakit. Banyak masyarakat yang sangat telah terbantu dengan adanya Program JKN. Tentunya peran Badan Usaha juga sangat dirasakan dan berdampak langsung bagi kesejahteraa, " ujar Gus Barra.
Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, masyarakat, dan badan usaha dalam menjaga kesinambungan Program JKN.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan demi memperluas perlindungan kesehatan bagi para pekerja.
“Untuk keberlangsungan Program JKN ini tentu juga dibutuhkan dukungan seluruh pihak termasuk Badan Usaha. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh Badan Usaha untuk terus mendukung penyelenggaraan Program JKN dengan memastikan seluruh pekerjanya terdaftar dan aktif sebagai peserta, sehingga tidak ada pekerja yang kesulitan apabila membutuhkan pelayanan kesehatan,” tutupnya. (ris/van)










