BPBD Kota Kediri dan BMKG Imbau Waspada Dampak El Nino

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkot Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama BMKG Dhoho mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang.

Perwakilan BMKG Dhoho, Satria Kridha Nugraha, menjelaskan El Nino merupakan fenomena akibat penyimpangan suhu permukaan laut. Kombinasi El Nino dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif diprediksi membuat musim kemarau lebih kering.

“Oleh karena itu, masyarakat perlu menghemat penggunaan air dan menjaga kesehatan. Petani juga diharapkan menyesuaikan waktu tanam serta memanfaatkan air irigasi secara efisien,” ujarnya, Selasa (6/7/2026).

Ia menambahkan, defisit curah hujan terbesar diperkirakan terjadi September-November 2026, yang populer disebut fenomena Super El Nino atau El Nino Godzilla. Dampaknya berpotensi memengaruhi sektor pertanian, kesehatan, hingga kebencanaan.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi melalui koordinasi lintas sektor.

Pihaknya bekerja sama dengan BMKG untuk memantau cuaca, DKPP untuk mengantisipasi gagal panen, PDAM menyiagakan tangki air bersih, serta Dinas Kesehatan menyiapkan fasilitas dan obat-obatan menghadapi penyakit akibat cuaca panas.

Joko mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat, mencegah kebakaran dengan tidak membakar sampah sembarangan, serta menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, dan mengurangi aktivitas di bawah terik matahari. 

“Yang tidak kalah penting adalah tanggap melapor. Apabila masyarakat mengalami krisis air bersih maupun menemukan kebakaran, segera laporkan melalui layanan Mbak Wali 112 agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (uji/mar)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: