SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Insiden ambruknya pagar pembatas besi saat konser Deni Cak Nan di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya, Minggu (5/7/2026) malam, mengakibatkan 12 orang menjadi korban.
Sebanyak 10 pengunjung mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang, sedangkan dua petugas mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Soewandhie.
Dua korban luka berat tersebut terdiri atas seorang anggota TNI yang mengalami patah tulang paha kiri dan seorang petugas BPBD yang mengalami patah tulang leher bagian belakang.
Plt Direktur RSUD Soewandhie, dr Billy Daniel Messakh, mengatakan kedua korban hingga kini masih menjalani perawatan intensif.
"Sore ini maksimal besok Selasa pasien luka berat akan dioperasi," ujarnya.
Sementara itu, petugas BPBD yang mengalami patah tulang leher dijadwalkan menjalani operasi pada Kamis mendatang setelah menjalani pemeriksaan lanjutan.
"Hari ini masih MRI. Sementara 10 penonton lainnya sudah pulang. Mereka keluhannya sesak karena terhimpit dan terinjak, kondisinya sudah baik dan diperbolehkan pulang," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ambruknya pagar pembatas sempat terekam dalam video amatir yang beredar. Konser Deni Cak Nan digelar secara gratis sehingga menarik antusiasme masyarakat dalam jumlah besar.
Membludaknya pengunjung membuat panitia bersama petugas menutup akses melalui pagar besi utama untuk membatasi jumlah penonton yang masuk ke area konser.
Kondisi tersebut memicu desakan dari pengunjung yang berada di luar area konser dan berusaha masuk. Pagar besi diduga tidak mampu menahan tekanan massa hingga akhirnya roboh.
Di sisi dalam, sejumlah petugas TNI dan kepolisian sempat berupaya menahan pagar agar tidak ambruk, namun dorongan penonton yang semakin besar tidak dapat dibendung.
Kanit Lantas Polsek Tambaksari Surabaya, Iptu Hari Karyono, mengaku tidak mengetahui secara pasti detik-detik ambruknya pagar karena saat itu sedang bertugas mengatur arus lalu lintas di luar lokasi konser.
"Saya pada saat itu jaga di luar karena saya mengatur lalu lintas, dan penonton sangat banyak sehingga suara penonton dengan jatuhnya pagar hampir sama. Jadi saya gak tahu betul," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Hari juga mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah korban yang tertimpa pagar pembatas saat kejadian.
"Kalau jumlah persisnya saya tidak tahu, pokoknya ambulans dari PMI datang ke lokasi lalu membawa beberapa pasien ke rumah sakit," tambah Iptu Hari Karyono. (rus/van)










