Wujudkan TJSL Kesehatan, SIG Pabrik Tuban Rutin Gelar Pengobatan Gratis di 5 Desa

TUBAN, BANGSAONLINE.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), perusahaan secara rutin menggelar layanan pengobatan gratis bagi warga di lima desa sekitar perusahaan.

Kelima desa penerima manfaat tersebut tersebar di dua kecamatan. Di Kecamatan Merakurak, layanan diberikan untuk warga Desa Tlogowaru, Desa Temandang, dan Desa Pongpongan. Sementara di Kecamatan Kerek, program ini menyasar warga Desa Sumberarum dan Desa Karanglo.

"Langkah ini merupakan komitmen perusahaan dalam mewujudkan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di bidang kesehatan yang diperuntukkan bagi warga sekitar perusahaan," kata Public Relation and CSR Management Officer SIG Pabrik Tuban, Luksono dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Dalam pelaksanaannya, SIG tidak bergerak sendiri. Perusahaan berkolaborasi dengan tim medis dari Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG) dan puskesmas kecamatan setempat. Antusiasme warga terbilang sangat tinggi, di mana setiap lokasi kegiatan dihadiri oleh minimal 100 orang pasien yang mayoritas berasal dari kelompok lanjut usia (lansia).

Penyakit yang paling banyak dikeluhkan oleh warga di antaranya adalah masalah persendian atau tulang (pegal linu), influenza, serta tekanan darah tinggi (hipertensi). Namun, program ini dirancang tidak sekadar sebagai tempat berobat jalan.

"Melalui layanan pengobatan gratis, perusahaan berharap warga tidak hanya datang untuk berobat. Tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi dan mendapatkan edukasi pola hidup sehat langsung dari tim medis. Jadi dalam satu desa minimal ada 100 orang yang mengikuti kegiatan pelayanan medis ini," beber Luksono.

Aksi nyata dari SIG ini mendapat apresiasi mendalam dari Kepala Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Narto. Menurutnya, kehadiran program pengobatan gratis ini menyempurnakan fasilitas kesehatan yang sudah ada di desanya, seperti tiga posyandu aktif (balita, remaja, dan lansia). Berkat perhatian yang kuat pada isu kesehatan, Desa Sumberarum kini berhasil mencatatkan prestasi gemilang.

"Ditambah lagi dengan pengobatan gratis dari SIG ini, semakin lengkap layanan kesehatan di desanya dan hasilnya luar biasa, Desa Sumberarum kini berhasil mencapai status zero stunting," papar Narto.

Narto juga memuji pola komunikasi dan sinergi erat yang dibangun oleh manajemen perusahaan yang dinilai sangat responsif terhadap keluhan masyarakat.

"Setiap kali kami duduk bersama dan sharing masalah, SIG langsung mengambil langkah konkret. Tanpa harus kami minta jawabannya, mereka sudah menyiapkan solusinya. Sinergi semacam ini sangat luar biasa dan patut ditiru oleh desa-desa lain. SIG sejauh ini adalah mitra yang tepat untuk mencari solusi," jelasnya.

Selain mendapatkan fasilitas pemeriksaan medis, warga yang hadir juga dibekali dengan pengetahuan lingkungan. Manager of Proper & Environment Regulation SIG, Agus Setyo Budi, turut hadir memberikan edukasi mengenai bahaya dan dampak limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang kerap ditemukan dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari.

Warga diajak untuk mengenali barang-barang bekas yang masuk kategori B3 seperti baterai, aki, oli kendaraan, lampu neon (TL), kaleng aerosol, obat-obatan kedaluwarsa, hingga sisa cat.

Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat sekitar perusahaan dapat mengidentifikasi, memilah, serta mengelola limbah berbahaya tersebut secara mandiri agar tidak mencemari lingkungan. Pada kesempatan yang sama, pihak perusahaan juga menegaskan bahwa seluruh operasional internal SIG telah menerapkan penanganan limbah B3 yang ketat sesuai dengan standar regulasi yang berlaku. (wan/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: