BANGSAONLINE.com - Apple dikabarkan akan memulai produksi massal ponsel lipat pertamanya, iPhone Ultra, pada akhir Juli 2026 sebelum resmi diluncurkan September mendatang.
Informasi tersebut dilansir dari Macrumors, yang menyebut Apple tetap mempertahankan jadwal peluncuran meski sempat dirumorkan tertunda akibat kendala mekanisme engsel.
Sebelumnya, Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, melaporkan iPhone lipat kemungkinan tidak diluncurkan bersamaan dengan seri iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Namun, laporan terbaru menyebut perangkat tersebut tetap dijadwalkan rilis September dan segera dipasarkan setelahnya.
iPhone Ultra hadir dengan desain lipat model buku, menggunakan panel OLED lipat berukuran 7,8 inci dari Samsung Display. Panel ini mengintegrasikan lapisan penyaring warna langsung ke struktur layar sehingga lebih tipis, ringan, dan hemat daya.
Selain layar utama, perangkat juga memiliki layar sekunder 5,5 inci di bagian luar. Untuk komponen engsel, Apple menggandeng perusahaan Taiwan Shin Zu Shing dan Amphenol asal Amerika Serikat dengan teknologi pencetakan 3D.
Apple sempat menghadapi tantangan saat pengujian ketahanan engsel, namun sebagian besar masalah telah diatasi. Spesifikasi yang beredar menyebut iPhone Ultra ditenagai chipset Apple A20 dan modem C2 generasi terbaru.
Berbeda dengan seri iPhone kelas atas saat ini, perangkat lipat tersebut kembali menggunakan sensor sidik jari Touch ID pada tombol daya, serta dilengkapi dua kamera belakang.
Harga iPhone Ultra diperkirakan sekitar 2.000 dolar AS atau setara Rp35,8 juta, menjadikannya salah satu produk iPhone termahal yang pernah dipasarkan Apple. (rom)










