Gus Ipul, Gus Kautsar, para nara sumber dan para santri Ponpes Al-Falah Ploso saat menunjukkan buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri peluncuran dan bedah buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial di Teras Gubug, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Minggu (21/6/2026).
Peluncuran dan bedah buku tersebut digelar di sela-sela pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso.
BACA JUGA:
- Prabowo Dorong Pengembangan Atlet Disabilitas, Kemenpora Siapkan Program Sertifikasi
- Orasi Ilmiah di UIN Surabaya, Mensos Gus Ipul Ulas Fondasi Indonesia Emas 2045
- Ketua Panitia Muktamar NU Harus Adil dan Netral, Bukan Kubu Kiai Miftah, Bukan Kubu Gus Yahya
- Mensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya
Buku tersebut tidak hanya menjadi karya ilmiah keagamaan, tetapi juga membawa pesan moral untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas mental-psikososial dari kelompok yang kerap dianggap beban menjadi pribadi yang setara dan bermartabat.
Gus Ipul yang hadir sebagai keynote speaker menegaskan bahwa kehadiran buku tersebut merupakan instrumen penting dalam mendorong transformasi cara berpikir masyarakat.
Menurutnya, fikih dalam tradisi Islam tidak sebatas membahas hukum halal dan haram, sah dan batal.
"Fikih berarti pemahaman mendalam untuk menjawab persoalan masyarakat berdasarkan keadilan syariah," ujar pria yang juga menjabat Sekretaris Jenderal PBNU itu.
Gus Ipul menambahkan, buku tersebut lahir dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari ulama NU hingga Komisi Nasional Disabilitas (KND).
Melalui buku tersebut, masyarakat diajak untuk tidak lagi memandang penyandang disabilitas dengan rasa kasihan yang merendahkan, melainkan dengan kesadaran akan kesetaraan hak.
"Kita tidak boleh menganggap sepele, mengabaikan, apalagi melakukan bullying. Ini adalah bagian dari afirmasi dan kepedulian kita," tegasnya.
Gus Ipul juga mengingatkan pentingnya implementasi kuota pekerja disabilitas, yakni minimal 2 persen di lembaga pemerintah dan BUMN serta 1 persen di sektor swasta.
Senada dengan Gus Ipul, putra Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri KH Nurul Huda Djajuli, KH Abdurrahman Kautsar atau Gus Kautsar, menyambut baik peluncuran dan bedah buku tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




