"Sehingga nilai-nilai tersebut berkontribusi positif dalam kemajuan masyarakat Indonesia, dan mendorong peran serta Madura untuk menyongsong peradaban Indonesia yang lebih maju," ucapnya Mahfud MD sembari menutup salam.
Kiai Agung Rabah adalah salah satu Waliyullah Madura yang secara genealogis merupakan keturunan Sunan Kudus dari jalur Kiai Mandaraga dan Kiai Bukabu Sumenep.
Menurut pegiat Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Firman Syah Ali, Kiai Agung Rabah tidak punya putera, tapi warisan spiritual, intelektual dan perjuangannya diteruskan oleh keponakan kandungnya.
"Kiai Agung Rabah tidak mempunyai putera, tapi nilai spiritual, intelektual dan dakwahnya diwariskan kepada keponakan kandungnya, Kiai Adil. Kiai Adil ini kemudian dijuluki sebagai Bhuju' Rabah II, sebagai penerus Kiai Agung Rabah. Keturunan Kiai Adil inilah yang kemudian oleh masyarakat disebut sebagai Potoh Rabah" ucap Pengurus Pusat Majelis Alumni IPNU.










