Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat berkunjung ke rumah Mbah Mari. (Ist).
"Mudah-mudahan usaha saya bisa lancar dan nantinya bisa berkembang," harapnya.
Menurut Mbah Mari, selain hasil sayuran liar yang semakin sulit diperoleh saat musim kemarau, faktor usia juga menjadi kendala untuk terus keluar masuk hutan mencari tanaman yang bisa dijual.
Meski demikian, ia optimistis usaha es teh dan kopi yang akan dijalankannya memiliki prospek baik karena berada di lingkungan yang cukup padat penduduk.
Selain rombong kontainer beserta perlengkapan dan bahan minuman, Mbah Mari juga menerima bantuan renovasi rumah.
Setelah kunjungan Dhito, kondisi rumahnya diperbaiki, mulai dari penggantian atap menggunakan baja ringan hingga peninggian sebagian dinding rumah.
Perbaikan tersebut membuat rumah yang sebelumnya kerap bocor saat hujan menjadi lebih layak dan nyaman untuk ditempati.
"Kayu-kayunya itu dulu sudah lapuk, gentengnya berantakan jadi kalau hujan bocor, apalagi ada angin, air masuk semua seperti tidak di dalam rumah, bingung saya. Alhamdulilah dibantu dari Pak Dhito," terangnya.
Mbah Mari mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diterimanya. Baginya, kunjungan Dhito sebulan lalu telah membawa perubahan besar sekaligus harapan baru bagi kehidupan keluarganya. (uji/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




