Fahmi menjelaskan, pembangunan greenhouse ini merupakan upaya meningkatkan mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang pertanian berkelanjutan. Ia berharap fasilitas tersebut dimanfaatkan optimal oleh civitas akademika maupun masyarakat.
Menurut Fahmi, teknologi greenhouse memberi banyak keunggulan budidaya. Selain meningkatkan produktivitas tanaman, sistem ini lebih efisien dalam penggunaan air dan nutrisi serta memungkinkan pengendalian hama-penyakit lebih terukur.
“Tidak hanya itu, keberadaan greenhouse memungkinkan budidaya dilakukan sepanjang tahun tanpa terlalu bergantung pada kondisi cuaca,” ujarnya.
Dengan begitu, kontinuitas pasokan produk pangan terjaga sekaligus mendukung pertanian presisi yang ramah lingkungan. “Teknologi ini juga mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim,” tambah Fahmi.










