Ia menilai, kunci utama keberhasilan pelaksanaan haji tahun ini terletak pada harmonisasi dan respons cepat antar-instansi, khususnya Kementerian Agama (Kemenag) baik di tingkat pusat maupun daerah, yang didukung penuh oleh kebijakan strategis pemerintah pusat.
Hal tersebut terlihat dari kerja sama aktif para petugas Kemenag di lapangan yang mampu beradaptasi dengan berbagai dinamika pelaksanaan haji 2026. Dalam sejumlah pertemuan, Ning Lia menemukan adanya kesamaan visi di antara perwakilan Kemenag dari berbagai daerah, seperti Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, hingga unsur Kemenag pusat dari bidang Kerukunan Beragama.
Para petugas, termasuk Liaison Officer (LO) Syifa, turut aktif melakukan pengawasan langsung terhadap jalannya ibadah haji. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga terlibat langsung dalam memastikan jemaah mendapatkan layanan yang layak, aman, dan nyaman.
Lia juga menyoroti sejumlah fenomena yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan haji 2026, di antaranya kepadatan di titik-titik krusial seperti Armuzna, adaptasi jemaah terhadap skema baru layanan berbasis kloter dan syarikah, serta meningkatnya kebutuhan layanan ramah lansia.










