Karena itu, menurut dia, buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan yang ditulis M. Mas’ud Adnan ini sangat bermanfaat untuk dijadikan rujukan.
“Saya sendiri belum membaca seluruhnya tapi saya lihat sekilas buku ini sangat bagus. Saya baru baca sedikit,” ujar Kiai Syamsul Maarif sembari membolak-balik buku setebal 520 halaman itu.
Nyai Hj Alif Fadhilah (pakai baju dan hijab warna ungu) dalam acara bedah buku Kiai Miliarder Tapi Dermawan di Kantor PWNU DKI Jakarta, Ahad (17/5/2026). Foto: bangsaonline.
Kiai Syamsul Maarif mengaku belum banyak mengenal Kiai Asep. Tapi ia mengaku sudah merasakan berkah dan manfaat Kiai Asep. Ia bercerita pernah kesulitan tiket pesawat karena waktunya mepet dalam sebuah acara di Jawa Timur. Ternyata oleh seseorang dikenalkan dengan Kiai Asep.










