Menurut keterangan kepolisian, korban sempat diberi minuman oleh pelaku sebelum akhirnya kehilangan kesadaran. Saat tersadar, korban berada di lokasi lain.
“Dari hasil penyelidikan dan alat bukti, diduga telah terjadi tindak kekerasan seksual terhadap korban,” ujar AKP Dimas, Rabu (6/5/2026).
Polisi menyebut, dugaan tindak tersebut tidak hanya terjadi satu kali. Korban diduga mengalami tekanan sehingga tidak berani melapor lebih awal.
Kasus ini mulai terungkap setelah keluarga korban merasa curiga ketika korban sempat tidak pulang selama dua hari pada Maret 2026.










