Ia berharap, melalui kegiatan HARMONI dapat terbangun keselarasan komunikasi antara otoritas dan media dalam menciptakan persepsi positif serta menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.
Dea menjelaskan, kondisi ekonomi global pada 2026 mengalami perlambatan dengan pertumbuhan sekitar 3,2 persen, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Perlambatan tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan antarnegara, serta tingginya suku bunga global yang menahan arus modal ke negara berkembang.
Meski demikian, perekonomian Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan yang masih solid.










