Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto (tengah) bersama DPRD Pamekasan Komisi V, Rosyid Fansori (kanan), bertemu langsung Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, menyampaikan dua usulan peningkatan layanan program BPJS Kesehatan ke tingkat pusat dalam pertemuan bersama anggota DPRD Pamekasan Komisi V, Rosyid Fansori dan anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago.
“Ini bagian dari ikhtiar kami agar masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan terjangkau. Kami berharap ada tindak lanjut nyata dari pusat,” kata Sukriyanto, Selasa (7/4/2026).
Usulan pertama adalah percepatan kerja sama antara RSUD Smart Pamekasan dengan BPJS Kesehatan, khususnya untuk layanan Cathlab (kateterisasi jantung).
Menurut Sukriyanto, fasilitas ini sangat vital dalam penanganan penyakit jantung, namun hingga kini belum dapat diakses melalui BPJS Kesehatan, sehingga masih menjadi beban berat bagi masyarakat kurang mampu.
“Kalau Cathlab sudah dicover BPJS, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke Surabaya hanya untuk pemasangan ring jantung. Ini akan menghemat biaya dan waktu, sekaligus menyelamatkan lebih banyak nyawa,” jelasnya.
Wabup Sukriyanto menjelaskan, pengajuan kerja sama tersebut sebenarnya sudah dilakukan sejak 9 April 2024, namun belum mendapat disposisi dari pusat.
Karena itu, pihaknya kembali mendorong agar proses tersebut segera direalisasikan.
Selain itu, Sukriyanto juga mengusulkan penambahan kuota peserta BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah pusat.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban APBD sekaligus memperluas jangkauan perlindungan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu yang belum tercover.
“Kami berharap kuota dari pusat bisa ditambah, sehingga lebih banyak masyarakat Pamekasan yang mendapatkan jaminan kesehatan secara gratis dan layak,” tegasnya.
Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak dasar masyarakat di bidang kesehatan.
Dengan dorongan tersebut, diharapkan layanan medis di Pamekasan semakin lengkap, merata, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa harus bergantung pada rujukan ke luar daerah. (bel/dim/adv)

























