Jatim-Inggris Bahas LRT Surabaya dan Penguatan Kampus Kelas Dunia di KEK Singosari

Jatim-Inggris Bahas LRT Surabaya dan Penguatan Kampus Kelas Dunia di KEK Singosari

Sejumlah studi yang telah dilakukan mengidentifikasi beberapa rute strategis yang selama ini belum terlayani, khususnya untuk menunjang mobilitas masyarakat dari wilayah barat menuju timur Surabaya.

"Tadi disampaikan hasil pertemuan juga dengan Pak Wali Kota Surabaya, menunjukkan ada rute yang belum terisi selama ini. Salah satunya dari Barat ke arah Timur. Nah ini yang sudah dikaji melalui proses pembahasan yang cukup panjang," jelasnya.

Emil menuturkan hasil kajian teknis saat ini mulai mengerucut pada opsi penggunaan moda Light Rail Transit (LRT). Moda tersebut dinilai paling sesuai dengan karakter mobilitas masyarakat di Surabaya yang memiliki tingkat kepadatan perkotaan cukup tinggi.

Selain pembahasan teknis rute, pertemuan tersebut juga mendalami konsep pengelolaan transportasi aglomerasi yang terintegrasi seperti yang diterapkan di Inggris.

Ia menyebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus menaruh perhatian pada model Transport for London (TfL) yang dinilai berhasil mengelola sistem transportasi di wilayah Greater London.

Konsep serupa rencananya akan diadaptasi untuk wilayah Surabaya Raya yang mencakup Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik agar seluruh pemangku kepentingan dapat terintegrasi dalam satu sistem manajemen transportasi.

"Yang menarik juga adalah Ibu gubernur berkomunikasi dengan TFL. Kita punya Surabaya, Sidoarjo, Gresik yang nyambung langsung. Tetapi bagaimana aglomerasi transportasi ini dikelola dengan baik Ini salah satu yang juga kita bahas," jelasnya.

Di akhir pertemuan, Emil menegaskan pembangunan transportasi publik berskala besar membutuhkan komitmen fiskal yang kuat dan berkelanjutan.

Karena itu, proyek pengembangan kereta api urban tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada pihak swasta sehingga diperlukan kajian mendalam terkait kemampuan fiskal pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun daerah.

"Ini masih melakukan penajaman studi teknisnya. Model pengerjaannya seperti apa ini kita ingin bahas dulu dengan pemerintah pusat karena tentu harus ada komitmen fiskal," pungkasnya. (dev/van)