Keunikan camilan ini terletak pada proses pengolahannya. Syaifullah tidak menggunakan minyak goreng, melainkan memanfaatkan pasir sungai lokal sebagai media penghantar panas.
Sebelum dimasukkan ke dalam wajan berukuran besar, kacang tanah jenis hibrida maupun lokal terlebih dahulu dijemur hingga benar-benar kering.
Setelah itu, kacang disangrai bersama pasir panas hingga menghasilkan aroma dan tekstur yang khas.
"Kami menggunakan pasir sungai biasa dari wilayah sini. Proses penggorengan biasanya dimulai sejak usai Subuh hingga tengah hari," terang Syaifullah saat ditemui di kediamannya, Selasa (10/3/2026).










