Wabup Pamekasan, Sukriyanto saat menerima penghargaan dari Menteri LH/BPLH RI
PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com - Kabupaten Pamekasan menerima Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI dalam Rakornas Pengelolaan Sampah Tahun 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto. Secara nasional, sebanyak 34 kabupaten/kota menerima sertifikat tersebut.
Tahun ini, tidak ada daerah yang meraih Adipura Kencana maupun Adipura. Dengan demikian, Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih menjadi capaian tertinggi dalam penilaian kinerja pengelolaan sampah tahun 2025.
Dorongan Inovasi Berkelanjutan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Supriyanto, menegaskan penghargaan tersebut bukan akhir, melainkan awal untuk memperkuat inovasi pengelolaan sampah di daerah.
“Pamekasan harus terus berinovasi dalam pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Pengembangan maggot, eco enzym, komposter, serta teknologi ramah lingkungan lainnya harus semakin digalakkan,” ujar Supriyanto, Kamis (26/2/2026).
Ia menekankan, inovasi tidak cukup berhenti di tingkat kebijakan. Diperlukan sinergi kuat antara camat, lurah, ketua RT/RW, pengelola TPS3R, hingga para pegiat lingkungan agar kebersihan dan keindahan kota benar-benar terwujud secara kolektif.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan serta mulai memilah dan mengolah sampah secara mandiri maupun melalui TPS3R terdekat.
“Jadikan sampah sebagai berkah, bukan masalah,” tegasnya.














