“Ini pendekatan humanis. Polisi hadir memberi rasa aman sekaligus mengapresiasi kegiatan positif anak-anak muda,” ujar Aipda Arifian di sela-sela patroli.
Kehadiran polisi di tengah ritme lokal ini memiliki tujuan strategis. Waktu sahur sering kali menjadi momen krusial di mana kerawanan tindak kriminalitas meningkat, mulai dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor) hingga aksi balap liar yang kerap mengganggu ketenangan ibadah Ramadan.
"Karena itu, patroli subuh dipilih sebagai momen krusial saat warga terlelap dan ruang-ruang pengawasan melemah," tambahnya.
Tak sekadar berkeliling, petugas juga menggelar patroli dialogis. Mereka menyempatkan diri berhenti dan berbincang dengan ketua RT serta tokoh masyarakat setempat untuk memetakan titik-titik rawan kriminalitas menjelang Hari Raya Lebaran.










