Ia juga menilai kehadiran moda transportasi ini akan menjadi ikon baru pariwisata Lamongan yang ramah lingkungan.
Guna menjamin keberlangsungan program, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen untuk melakukan monitoring perawatan unit secara berkala. Selain itu, Pemkab berencana menambah titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah strategis.
"Kami akan memfasilitasi penambahan titik pengisian daya agar becak listrik ini bisa terus beroperasi melayani wisatawan maupun warga lokal tanpa kendala teknis," tutur Yuhronur.
Dari sisi teknis, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha GSN, Firman Dahlan, menjelaskan bahwa unit ini telah dirancang untuk kenyamanan dan keamanan pengguna. Becak listrik ini memiliki kecepatan maksimal 15 km/jam dengan daya jelajah mencapai 40 km dalam sekali pengisian.










