Selain tidak berpenghuni, rumah dan bangkai pesawat tersebut, kini tidak ada lagi yang menjaga.
Lokasi rumah kosong dan bangkai pesawat ini berada di persawahan yang lumayan jauh dari pemukiman penduduk.
Sebelum ada rumah ini, tempat itu dahulu adalah lahan pertanian produktif untuk padi dan palawija milik Buakip (59), warga Dusun Sonosari.
Kemudian, sekitar tahun 2000, sawah yang luasnya 6.145 meter persegi ini, dibeli oleh Tarigan, warga Genteng Kali, Surabaya. Saat itu, Buakip menerima pembayaran senilai Rp25 juta. Kemudian, Tarigan mendirikan rumah dan peternakan bebek di lahan tersebut.










