Gubernur Khofifah saat menghadiri Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menghadiri Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya (UB) dalam rangka Dies Natalis ke-63 di Gedung Samantha Krida, Senin (5/1/2026).
Acara bertema 'Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata' ini turut dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat UB, Prof. Muhadjir Effendy; Rektor UB, Prof. Widodo, serta Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Universitas Brawijaya atas peran strategisnya sebagai perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia unggul dan menghadirkan solusi konkret menghadapi tantangan zaman.
“Dari perguruan tinggi yang ada, Jawa Timur menempati posisi kedua sebagai provinsi dengan jumlah mahasiswa tertinggi di Indonesia dengan sekitar 947.251 mahasiswa terdaftar pada 2024. Bayangkan, dengan begitu banyaknya akademisi, berapa banyak inovasi dan penelitian berdampak yang dihasilkan setiap saat,” paparnya.
Mantan Menteri Sosial itu menegaskan perguruan tinggi adalah pusat lahirnya solusi berbasis ilmu pengetahuan sekaligus mitra pemerintah dalam pengambilan kebijakan. Ia menyoroti prestasi UB yang menduduki peringkat ke-4 nasional dalam Webometrics 2025 serta peringkat ke-9 nasional dan ke-208 Asia dalam QS World University Rankings 2024.
“UB salah satu penyumbang riset dan inovasi yang aplikatif terbesar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Alhamdulillah, iklim akademik di sini sangat kuat dan ini tentu modal besar kita untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Khofifah optimis kemitraan antara pemerintah dan perguruan tinggi seperti UB dapat membantu Jawa Timur menjawab tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan menyampaikan orasi ilmiah bertema 'Transformasi Pasar Kerja Indonesia: Peran Perguruan Tinggi dalam Optimalisasi Penyerapan Tenaga Kerja Profesional'.
Ia menekankan pentingnya perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang siap kerja di tengah perubahan lanskap ketenagakerjaan akibat perkembangan IT dan AI.
“Saya sampaikan untuk perguruan tinggi agar memperkuat dan harus terus berbenah. Bagaimana menghasilkan lulusan yang siap untuk bekerja di industri untuk mengatasi apa yang kita sebut dengan mismatch antara skill yang dimiliki oleh lulusan dengan kebutuhan yang ada di industri,” tuturnya.
Yassierli optimis UB mampu menjawab kebutuhan zaman. Ia juga menegaskan pemerintah pusat telah menyiapkan program magang bagi 100 ribu lulusan perguruan tinggi sebagai inisiatif Presiden untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja.
“Ini salah satu upaya kita menyiapkan tenaga kerja untuk menjadi lebih baik selama 6 bulan. Sehingga mereka mendapatkan exposure terkait dengan dunia kerja seperti apa. Dan antusiasmenya luar biasa,” ucapnya. (dev/mar)






