Dindik Jatim Genjot Keterserapan Kerja Lulusan SMK, Perkuat MoU dan Tiga Langkah Strategis

Dindik Jatim Genjot Keterserapan Kerja Lulusan SMK, Perkuat MoU dan Tiga Langkah Strategis Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai (dua dari kiri) saat penandatanganan MoU dengan sejumlah mitra dunia usaha dan industri, disaksikan oleh Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak (kiri). (Ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dinas Pendidikan Jawa Timur () menyiapkan tiga langkah strategis dalam mengoptimalkan keterserapan tenaga kerja dari lulusan SMK. Langkah ini disusun seiring tingginya minat dan kebutuhan industri, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Berdasarkan data usulan terbaru untuk tahun 2026, antusiasme dan penerimaan siswa SMK dalam program Magang Kerja Luar Negeri cukup tinggi. Total ada 3.186 siswa kelas 12 dan 13 yang diusulkan.

Di samping itu, tercatat sebanyak 1.734 lulusan SMK siap berangkat sebagai Pekerja Migran Profesional. Capaian ini diakui Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jatim, patut diapresiasi, sekaligus pihaknya harus menyiapkan dengan matang kompetensi siswa agar dapat bersaing dengan pekerja asing.

“Bayangkan, hampir 5000 anak-anak kita akan menyerbu pasar global yang tersebar di 11 negara. Seperti Jepang, Korea, Jerman, Malaysia, Singapura, Australia, Arab Saudi, China, Bulgaria, Brunei Darussalam, dan Taiwan,” ungkap Aries saat Sarasehan Strategi Peluang Kerja SMK di Jatim, Jumat (5/12/2025).

“Ini tentu capaian besar kita. Tapi kita juga dihadapkan pada tantangan bahwa bahasa menjadi tantangan untuk anak-anak kita saat berebut peluang kerja di industri global,” lanjutnya.

Salah satu upaya itu, lanjut Aries, dengan memperkuat tiga langkah strategis. Menurutnya, langkah pertama adalah memperkuat link and match antara SMK dan dunia industri. Ia mendorong sekolah untuk menghadirkan lebih banyak keterlibatan industri dalam proses pembelajaran, mulai dari pemberian materi, teknik kejuruan, hingga praktik langsung. Penguatan ini menjadi kunci agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja.

Langkah kedua, percepatan sertifikasi dan penyediaan mikro-kredensial bagi siswa serta calon pekerja migran. Dalam konteks ini, dia menekankan pentingnya paspor kompetensi yang diakui secara profesional, terutama bagi lulusan yang akan bersaing di pasar global.

Kadindik menegaskan bahwa karakter dan disiplin tetap menjadi modal utama agar lulusan dapat bertahan, termasuk dalam program magang luar negeri. Aries mengungkapkan beberapa siswa pernah dipulangkan dari Jepang karena kurang disiplin.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO