Sebelumnya, ketiga atlet muda ini telah berlatih intens selama berbulan-bulan, mulai dari sparring rutin, latihan teknik, hingga pembentukan mental bertanding.
“Pertandingan demi pertandingan telah mereka lalui, tetapi arena Tuban kali ini memiliki nuansa berbeda; lebih ketat, lebih kompetitif, dan lebih menantang,” ungkapnya.
Dukungan moral juga tak kalah penting dalam proses pembinaan atlet. Kiai Qomari, pembina Kanor Fighting Academy, mengungkapkan pembinaan atlet harus tetap berjalan agar prestasi ke depannya bisa lebih baik lagi. Prestasi KFA tahun ini menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh.
“Prestasi boleh sementara, tapi proses dan tekad akan hidup selamanya,” tutur Kiai Qomari, yang juga Majelis Pendekar Pagar Nusa Kabupaten Bojonegoro.




