Khofifah mengatakan, kegiatan ini bukan hanya untuk menciptakan keceriaan, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, terutama protein hewani.
“Alhamdulillah anak-anak ceria sekali. Ini juga sekaligus pemenuhan gizi mereka, terutama protein hewani,” ujarnya.
Susu diketahui kaya protein, lemak, karbohidrat, mineral, kalsium, fosfor, kalium, vitamin D, dan B12.
Konsumsi susu bermanfaat memperkuat tulang dan gigi, mencegah osteoporosis, meningkatkan imunitas, menjadi sumber energi, serta mendukung fungsi otak dan saraf.
Khofifah juga menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan penopang utama populasi sapi perah dan produksi susu nasional dengan populasi 292,26 ribu ekor atau 60 persen populasi nasional, serta produksi 476.712 ton atau 58 persen produksi nasional.
Pada GSPIB 2025 ini, Jawa Timur mencatat rekor inseminasi buatan terbanyak dalam satu tahun, yakni 1.099.397 ekor sapi sejak Januari hingga 24 November 2025.
Capaian tersebut disebut Khofifah sebagai bukti kerja keras peternak dan inovasi daerah.
“Populasi sapi potong dan sapi perah di Jawa Timur terbesar di antara seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya.
Kepala SDN Sumbersari 2 Jember, Miyas Septi, mengungkapkan rasa senang siswanya bisa bertemu langsung dengan gubernur.
Ia berharap kegiatan ini membuat anak lebih terbiasa minum susu tanpa pemanis.
“Dengan kegiatan ini anak-anak jadi menikmati susu yang plain,” ungkapnya. (dev/van)










