Diungkapkan pula olehnya, Unhasy kini tercatat sebagai perguruan tinggi swasta ketiga di Indonesia dengan capaian P2MP tertinggi dari Kemendikbudristek, menunjukkan kapasitas akademik dan inovatif kampus pesantren tersebut. Bisantren tak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi wadah lahirnya wirausahawan muda dari lingkungan pesantren.
"Melalui ajang ini, diharapkan muncul generasi santri yang mampu menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan semangat inovasi dan kemandirian ekonomi," kata Abdullah.
Salah satu finalis, Muhammad Ridwan (20), mahasiswa Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, mempresentasikan konsep 'Paket Wisata Religi Tebuireng' yang menggabungkan potensi sejarah, kuliner, dan budaya pesantren.
"Kami ingin mengenalkan Tebuireng bukan hanya lewat sosok Gus Dur, tapi juga lewat tradisi, kuliner, dan kisah para ulama. Misalnya, bagaimana kopi khas Wonosalam menjadi bagian dari keseharian para kiai," ujarnya.










