Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara rinci berbagai bentuk ancaman narkotika, mulai dari jenis-jenisnya, modus peredaran yang semakin canggih, hingga konsekuensi hukum yang menjerat pengedar dan pengguna. Indra juga menyoroti kenakalan remaja sering kali menjadi pintu masuk jaringan pengedar dalam menjerumuskan korban baru.
Sementara itu, Brigadir Nur Tahiyyatul Azizah menekankan pentingnya kesadaran diri sebagai benteng utama, “Pemahaman sejak dini adalah tameng terbaik. Hindari lingkungan yang bisa menyeret pada perilaku negatif.”
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya, mulai dari rasa ingin tahu tentang modus baru peredaran narkoba hingga strategi menjaga teman sebaya agar tidak mudah terpengaruh.
Banyak di antara mereka mengaku baru menyadari betapa luasnya ancaman narkoba dalam kehidupan sehari-hari. Kepala sekolah dan jajaran guru memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.










