Kegiatan Grass Root Refinery (GRR) Tuban Goes to School 2025
TUBAN,BANGSAONLINE.com - Grass Root Refinery (GRR) Tuban menggelar acara Goes to School 2025 di SMA Manbail Huda Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu.
Kegiatan yang mengangkat tema Mental Health Awareness tersebut diselenggarakan sebagai salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan mental pelajar.
BACA JUGA:
- 5 Kloter Jemaah Haji Tuban Tiba Besok, Berikut Jadwal dan Aturan Penjemputannya
- BMKG Tuban Peringatkan Gelombang Laut Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Waspada
- Digugat ke Pengadilan, BNI Cabang Tuban Diduga Alihkan Sertifikat Jaminan Tanpa Persetujuan Pemilik
- DPRD Tuban Dorong Penguatan Gerakan Literasi, Soroti Minimnya Pemahaman Demokrasi Pelajar
Diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan lebih dari 1 miliar orang di dunia menjalani kehidupan dengan gangguan kesehatan mental seperti gangguan kecemasan dan depresi.
Isu ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa, anak-anak dan remaja ditengarai juga terdampak gangguan kesehatan mental.
Masih menurut WHO, secara global 1 dari 7 anak usia 10-19 tahun mengalami kesehatan mental dengan permasalahan tertinggi yaitu gangguan kecemasan yang dialami lebih dari 28% remaja.
Hal ini tentu perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak terkait karena dampak terbesar dari gangguan mental terhadap remaja yaitu kecenderungan turunnya prestasi akademik dan tumbuh kembang kreativitas anak dimana mereka menjadi harapan untuk membangun negara di masa mendatang.
Ciptari Dhienda Aurellya, psikolog klinis yang fokus pada kesehatan mental remaja dan kaum perempuan menyatakan bahwa masalah kesehatan mental sangat rentan dialami oleh remaja usia 12-18 tahun.
Hal ini terjadi dikarenakan pada masa usia tersebut remaja mengalami fase storm atau badai dimana terdapat gejolak dalam jiwa remaja usia tersebut yang merupakan bagian dari transisi dari dunia anak-anak menuju dewasa.
“Selain fase storm, anak remaja sedang mengalami pula fase pencarian jati diri dan peran diri dalam lingkungan terdekat, sehingga mereka tetap perlu memperoleh bimbingan dari orang terdekat seperti keluarga, orang tua, hingga guru di sekolah," kata Dhienda, Selasa (24/09/2025).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




