"Media sosial adalah wahana belajar bagi kita semua. Kita bisa mendapatkan manfaat positif, tetapi juga harus menyadari adanya potensi dampak negatif. Oleh karena itu, kita harus cerdas dalam memilah informasi, dan ini memerlukan literasi yang baik," ucapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar dapat dijamin kebenarannya.
"Kita memerlukan peran media mainstream yang biasanya memiliki data dan fakta yang lebih akurat. Media seperti ini masih bisa dipercaya," imbuhnya.
Lilik mengaku lebih selektif dalam menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi atau memberikan pemahaman kepada masyarakat.










