“Saya mungkin memulai dari judul acara yang sangat 'mengerikan', bagaimana inovasi media lokal di tengah gempuran efisiensi. Kami sebagai pemerintah juga sangat merasakan betapa menakutkannya soal efisiensi ini,” paparnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga keberlanjutan media lokal sebagai bagian penting dari demokrasi, salah satunya dengan memastikan anggaran publikasi tidak dikurangi.
“Anggaran kami untuk publikasi tidak berkurang. Tapi kami juga gamang untuk melangkah. Uangnya cukup, tetapi jumlah media terus bertambah. Kami harus selektif memilih, media mana yang bisa diajak kerja sama,” ucapnya.
Menurut dia, pemerintah tidak hanya menjadi objek pemberitaan, tetapi juga berkewajiban mendukung ekosistem media yang sehat dan independen. Adhy mengapresiasi penyelenggaraan JMS sebagai ruang penting bagi pelaku media untuk berjejaring, berbagi pengalaman, dan mencari terobosan inovatif.










