Kemenag Tuban Tetapkan Lokasi dan Syarat Penjemputan Jemaah Haji 2025

Apalagi, lanjut Umi, kloter 68 dan 69 debarkasi Surabaya dipulangkan bersamaan menuju Tuban sehingga lalu lintas bisa dipastikan padat. Termasuk kepadatan yang ditimbulkan kendaraan dari para pengiring haji.

"Dalam kegiatan ini kami juga melibatkan unsur pengamanan dan pelayanan seperti Polres Tuban, Kodim 0811, Dinas Kesehatan, BPBD, Satpol PP, serta Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag), terkait penertiban pedagang yang ada di sekitar lokasi penjemputan," beber Umi.

Ia menambahkan, untuk jadwal kepulangan jemaah haji asal Tuban tercatat Kloter 66 (10 jemaah) tiba 2 Juli pukul 17.45 WIB, Kloter 68 (384 jemaah) dan Kloter 69 (376 jemaah) tiba 2 Juli pukul 20.30 WIB, Kloter 70 (376 jemaah) tiba 3 Juli pukul 17.25 WIB. Sementara, Kloter 80 (2 jemaah), Kloter 83 (4 jemaah), Kloter 86 (107 jemaah) tiba 7 Juli sekitar pukul 12.00 WIB.

Kemudian, area penjemputan hanya diperuntukkan bagi keluarga yang memiliki kartu identitas khusus (id card). Hal itu dilakukan untuk menjaga kondisi tetap aman dan tertib.

"Kebetulan tahun ini jumlah jemaah haji asal Tuban mencapai 1.258 orang. Agar lokasi tetap steril, maka kami batasi jumlah keluarga yang bisa masuk ke lokasi penjemputan," imbuhnya.

Kepala kemenag berharap, proses pemulangan jemaah haji nanti di titik Kompi 521 Tuban berjalan tertib dan aman.

Apalagi berbagai persiapan sudah dikoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Mulai dari rekayasa lalu lintas, pengaturan kedatangan jemaah, hingga penjemputan oleh pihak keluarga akan kembali diterapkan dengan pengamanan ketat.

"Kami telah berkomitmen bahwa pelaksanaan pemulangan jemaah haji harus dipersiapkan secara matang dan terkoordinasi. Sehingga, acara dapat berjalan lancar," pungkasnya. (wan/van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: