SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Jajaran pengurus baru PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim Tbk resmi diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kantor Bank Jatim Pusat, Kamis (22/5).
Susunan baru pengurus Bank Jatim yaitu Direktur Utama Winardi Legowo, Wakil Direktur Utama Arief Wicaksono, Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah Tonny Prasetyo, Direktur Kepatuhan Umi Rodiyah.
BACA JUGA:
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
- Goes To Campus UAC, Gubernur Lemhanas: Dari Rahim Pesantren Lahir Indonesia
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
Kemudian Direktur Keuangan, Treasury & Global Service Wahyukusumo Wisnubroto, Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan Arif Suhirman, Direktur IT Digital & Operasional Wiweko Probojakti dan Direktur Manajemen Resiko Wioga Adhiarma Aji.
Berikutnya Dewan Pengawas Syariah meliputi, Ketua KH Afifuddin Muhajir dan dua anggota lainnya, yakni Prof Muhammad Nasih serta Ir Tahmid Mashudi.
Sedangkan Dewan Komisaris meliputi, Komisaris Utama Independen Adi Sulistyowati, Komisaris Adhy Karyono, Komisaris Independen Muhammad Mas'ud, Komisaris Independen Dadang Setiabudi, Komisaris Independen Asri Agung Putra dan Nurul Ghufron Komisaris Independen.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, terdapat struktur baru dalam jajaran pengurus Bank Jatim, yakni Wakil Direktur Utama.
Struktur baru tersebut karena terdapat proses Kelompok Usaha Bank (KUB) yang telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, memenuhi kebutuhan internal dan mengkonsolidasikan terkait BPR se-Jatim.
"Kita berharap tim bekerja solid dan produktif untuk bisa memberikan penguatan pada pertumbuhan ekonomi di Jatim dan kabupaten / kota mengingat jargon Gerbang Baru Nusantara bagian penting dalam penguat peran Bank Jatim hari ini dan yang akan datang," ujarnya.
Pada seluruh jajaran Direksi maupun Komisaris, Gubernur Khofifah berpesan bahwa, RUPS bukan sekadar forum pertanggungjawaban kinerja korporasi, melainkan momentum melihat capaian-capaian Bank Jatim menggerakkan ekonomi daerah untuk mendukung transformasi pembangunan Jawa Timur, khususnya menyambut jargon Jatim Gerbang Nusantara Baru.
"Saya menyambut baik arah besar Bank Jatim menuju Jatim Gerbang Baru Nusantara yang mana Jawa Timur menjadi pusat konektivitas dan integrasi ekonomi Indonesia Timur," kata Khofifah.
Menurut Khofifah, Bank Jatim menjadi katalisator investasi, pembiayaan pelabuhan, konektivitas transportasi, kawasan ekonomi khusus, dan sektor maritim unggulan lainnya. Selain itu menjadi regional champion yang memperkuat posisi Jatim sebagai pusat pertumbuhan baru nasional.
"Bank Jatim bukan sekedar bank daerah, melainkan motor penggerak Jatim Gerbang Baru Nusantara, menuju Indonesia yang lebih terhubung, tangguh, dan tumbuh," tuturnya.
Disampaikan Khofifah, saat ini Jawa Timur menegaskan posisinya sebagai _Center of Gravity Ekonomi Indonesia_. Dengan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nasional dan pertumbuhan yang konsisten, Provinsi Jatim menjadi episentrum aktivitas ekonomi kawasan timur Indonesia.
"Momentum ini menjadi bukti nyata sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk perbankan daerah seperti Bank Jatim," ujarnya.
Tercatat kurun waktu 2024, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tetap positif dan stabil di tengah tantangan global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tahun 2024 sebesar 5,03% (y on y). Lebih tinggi dari beberapa provinsi besar lainnya dan tetap menjadi kontributor terbesar kedua terhadap PDB nasional.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




