Hebat! ITS Kembangkan Robot Anjing Berbekal Sensor dan Navigasi

Hebat! ITS Kembangkan Robot Anjing Berbekal Sensor dan Navigasi Robot Anjing Berkaki Empat yang dikembangkan secara kolaborasi antara Robotika ITS dengan Ezra Robotics. (Ist)

BANGSAONLINE.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember () mengembangkan Robot Anjing Berkaki Empat yang terintegrasi dengan sistem sensor, navigasi, dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Robot ini mampu bergerak secara mandiri, menginspeksi area industri, dan menerima perintah verbal.

Inovasi ini merupakan buah kolaborasi antara Klaster Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Robotika melalui Pusat Unggulan Iptek (PUI) Artificial Intelligence for Healthcare and Society , Departemen Teknik Komputer , serta Ezra Robotics.

Robot berkemampuan dasar yang didatangkan dari Tiongkok oleh Ezra Robotics tersebut dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Robotika untuk meningkatkan kemampuan sensor, mobilitas, dan otonomi.

Koordinator Tim Robotika , Muhtadin memaparkan, salah satu fokus pengembangan utama ini adalah sebagai unit patroli otonom di industri. Robot dirancang mampu melakukan pemetaan lingkungan, mendeteksi perangkat panas berlebih, hingga mengidentifikasi anomali di area industri seperti gardu induk listrik.

“Kemampuan tersebut didukung oleh sensor suhu inframerah, sensor akustik, serta navigasi berbasis Lidar dan Global Positioning System (GPS),” jelasnya, Rabu (7/5/2025).

Tak sampai di situ, lanjut Muhtadin, ini dilengkapi dengan kecerdasan berbasis deep learning. Kemampuan yang memungkinkan pengenalan citra model warna aditif dan termal secara otomatis.

“Fitur ini memungkinkan untuk melakukan inspeksi rutin secara mandiri, seperti patroli di gardu setiap tiga jam sekali, sekaligus mengirimkan data hasil pengamatan ke pusat kontrol,” terang dosen Departemen Teknik Komputer tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa dari segi mobilitas, empat kaki ini mampu beradaptasi di berbagai jenis permukaan, seperti medan berbatu dan menaiki tangga. Hal tersebut membuatnya unggul dalam hal stabilitas dan kelenturan dibandingkan dengan beroda.

Di samping itu, ini juga memiliki fitur pengendalian manual menggunakan remote control untuk kasus yang diperlukan demi keamanan.

Selain bidang industri, pengembangan ini dapat diterapkan pada sektor kebencanaan dan rumah tangga. Dengan dukungan Large Language Model (LLM) dari Google Gemini, dapat menerima perintah menggunakan bahasa alami lalu menerjemahkannya menjadi aksi nyata.

“Kami juga membekali dengan keahlian berinteraksi natural agar membantu kehidupan sehari-hari,” jelas Muhtadin.

Lebih lanjut, yang terdiri dari dua kecil dengan tinggi 45 sentimeter dan satu besar dengan tinggi 71 sentimeter tersebut mampu bergerak secara mandiri, mulai dari berjalan, berlari, hingga melompat di berbagai medan. Menurut Muhtadin, ukuran yang relatif berbeda dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

“Robot kecil dapat digunakan untuk kebutuhan domestik, sedangkan besar untuk industri,” ujarnya.

Ke depannya, tersebut akan dikomersialisasikan dan dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan sektor industri lain seperti pertambangan dan perminyakan. akan terus melakukan uji coba implementasi di lingkungan nyata untuk meningkatkan akurasi kemampuannya.

“Kami akan mengembangkan varian dengan spesifikasi khusus sesuai kebutuhan sektor lainnya untuk membantu kehidupan masyarakat,” tutur Muhtadin optimistis.

Pengembangan anjing berkaki empat ini juga menjadi bagian dari upaya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin ke-11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan. (msn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO