Sedangkan ukhuwah wathaniyah diupayakan dengan menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.
Caranya dengan saling menghargai, menghormati, tidak mudah diprovokasi dan bagi warga Muslimat NU antara lain senantiasa memberseiringi dengan upaya secara spiritual dengan memperbanyak baca shalawat nabi.
"Mari kita syukuri Allah memberikan kenikmatan yang luar biasa untuk kita yang tinggal di Indonesia, shalawat jangan pernah putus" tegasnya.
Pesantren Ramadan Balita
Sedangkan terkait Pesantren Ramadan Balita, program ini telah dilaksanakan tahun ketiga selama dua minggu pada Bulan Ramadan 1446 Hijriyah ini.
Pada kesempatan ini pun para santri Pesantren Ramadan Balita melatih kemampuan membaca selawat, membaca hadist dan menyampaikan lagu bertema islami.
Yang turut menjadi peserta pesantren Ramadhan balita ini diantara juga adalah cucu Gubernur Khofifah, Aisyah Nabila atau yang biasa dikenal dengan Aila.
Pesantren Ramadan Balita sendiri merupakan bagian dari implementasi Gerakan Ramadan Ramah Anak yang telah dilaunching pada 5 Maret 2025 oleh Kementerian PPPA berkolaborasi bersama 6 Kementerian dan Lembaga.

Di antaranya Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kantor Staf Presiden.
Di sisi lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang juga Ketua PP Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi mengungkapkan bahwa program Pesantren Ramadan Balita ini awalnya diinisiasi oleh Ketua Umum Dewan Pembina Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.
"Ini adalah ide dari Ibu Khofifah Indar Parawansa dan program ini saat ini telah berjalan di tahun ketiga," ungkapnya.
Ia menyebut gagasan Khofifah ini kemudian direalisasikan oleh Muslimat melalui kerjasama dengan Kementerian PPPA.
Berkat banyak program positif didalamnya akhirnya berbuah mendapatkan sambutan baik dari sejumlah kementerian di kabinet merah putih.
"Ini adalah tanaman yang luar biasa karena kita akan mendidik generasi generasi muda generasi generasi kita untuk menjadi generasi emas di 2045," tutupnya. (dev/van)










