"Dan melalui Festival RaMe ini, kami ingin menampilkan berbagai produk unggulan dari Lamongan," katanya.
Yuhronur menyebut bahwa UMKM punya peran vital dalam perekonomian daerah di Kabupaten Lamongan, khususnya dalam pemulihan pasca-pandemi.
"Pada tahun 2021, ekonomi Lamongan mengalami kontraksi sebesar 2,65 persen akibat pandemi Covid-19, namun berhasil pulih dengan pertumbuhan 3,3 persen pada 2022 dan terus berkembang hingga mencapai 4,81 persen di tahun 2024," ungkap Yuhronur.
Menurutnya, keberlanjutan UMKM merupakan kunci dalam memastikan kebangkitan ekonomi daerah. Untuk itu, Festival RaMe kali ini sengaja menyediakan 75 stan UMKM yang menampilkan produk dari berbagai sektor, antara lain fashion, kuliner, multiproduk, serta wahana hiburan.










