Khofifah bersama Emil Dardak saat mengikuti Geladi Kotor Pelantikan Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah di Monas.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa bersama Emil Elestianto Dardak, mengikuti Geladi Kotor Pelantikan Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah di kawasan Monumen Nasional, Selasa (18/2/2025).
Bersama dengan para kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih yang akan dilantik 20 Februari mendatang, mereka dibekali dan dilatih dengan materi baris-berbaris. Mulai dari penghormatan, sikap sempurna, jalan di tempat, jalan hingga posisi istirahat di tempat.
BACA JUGA:
- Pecel Masuk 10 Besar Salad Terbaik Dunia, Khofifah: Bukti Kuliner Jatim Mendunia
- Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2026, Gubernur Khofifah Hadir di Layanan Kegiatan Jawara
- Laksanakan Sholat Idul Adha di Al Akbar, Gubernur Khofifah Serahkan Kurban dari Presiden Prabowo
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
Secara khusus, Khofifah memaknai baris-berbaris sebagai momentum untuk membariskan pemikiran dan program seluruh kepala daerah terpilih, sehingga semua program pembangunan yang berjalan nantinya berada dalam satu barisan untuk memajukan NKRI.
"Tentu ada local wisdom, ada prioritas pembangunan daerah yang berbeda, tetapi semua untuk kemajuan NKRI. Jangan dimaknai barisan secara fisik baris berbaris tetapi dibariskan pemikiran kita, dibariskan program kita. Jadi NKRI ini satu barisan," ujarnya.
Ia menilai, hal tersebut penting karena untuk membangun dan menjaga Indonesia dibutuhkan pemikiran dan program yang sejalan dan dalam satu barisan. Pasalnya, setiap daerah memiliki program prioritas yang mungkin berbeda tetapi harus dipastikan semua ada pada koridor yang sama dan sejalan untuk kemajuan NKRI.
"Karena sebetulnya kita ini harus ada dalam satu barisan menjaga NKRI," kata Khofifah.
Tak hanya itu, ia pun meyebut geladi ini juga penting terutama karena banyaknya jumlah kepala daerah DAN Wakil Kepala Daerah yang akan dilantik.
"Karena jumlahnya besar pasti ada mekanisme supaya lebih rapi, posisi masing masing ditentukan dan seterusnya," imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




