Ketua Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni
TUBAN,BANGSAONLINE.com - Banjir bandang yang melanda Desa Rengel dan Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban pada Sabtu (4/12/2025) sore mengakibatkan jalan yang menghubungkan Tuban-Bojonegoro terputus.
Mundir, Kepala Desa Rengel mengatakan, peristiwa banjir sebelumnya pernah terjadi. Namun, kali ini lebih parah karena sejumlah jalan antardesa dilaporkan tak bisa dilalui karena dipenuhi air bercampur lumpur yang mengalir deras.
BACA JUGA:
- Jadi Pemateri di Unirow, Gaguk Sudarmo Ajak Pelajar Tuban Melek Demokrasi Sejak Bangku Sekolah
- Pemkab Tuban Raih WTP 11 Kali Beruntun, Ketua DPRD Minta Pemkab Pertahankan Tren Positif
- Kabel Fiber Optik Semrawut di Tuban, Dewan Dorong Perda Utilitas
- Pertamina Pecat 2 Sopir Tangki di Tuban atas Dugaan Pencurian, Ketua Komisi II Bantah Tuduhan
Debit air dan kencangnya arus dari perbukitan kapur membuat permukiman warga dan fasilitas umum terendam.
"Banyak permukiman warga yang terendam. Selain itu juga ada gedung sekolah dan jalan raya juga ikut terendam air. Selain itu, pasar hewan dan pasar desa juga terkena dampak banjir bandang," kata Mundir saat dihubungi, Minggu (5/1/2025).
Mundir menyebut ketinggian air sempat mencapai dada orang dewasa. Saking derasnya air, beberapa barang milik warga terbawa arus. Selain itu, air meluber ke jalanan dan menggenangi rumah warga karena sungai sudah tidak mampu menampung debit air.
Melihat kondisi tersebut, Ketua Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni menyebut jika banjir yang melanda Kecamatan Rengel dan sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban lainnya ini karena beberapa faktor.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




