Joko Widodo. Foto: Dok. Setneg
JAKARTA, BANGSAONLINE.com – Ini kabar buruk sekaligus memalukan bagi bangsa Indonesia. Joko Widodo (Jokowi), Presiden ke-7 Indonesia ternyata masuk daftar finalis pemimpin terkorup di dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). OCCRP merilis daftar ini di situs resmi mereka yang kini menjadi isu dunia internasional.
OCCRP adalah lembaga nonpemerintah yang fokus pada isu korupsi. OCCRP merupakan organisasi jurnalisme investigasi terbesar di dunia yang otomatis sangat berpengaruh.
BACA JUGA:
- Roy Suryo dan Rismon Sianipar Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Polisi Ungkap Dua Klaster
- KPK Dianggap Tak Masuk Akal, Mahfud MD: Jika Mau Selidiki Dugaan Mark up Whoosh Tak Perlu Laporan
- DPD PSI Gresik Klaim Sejumlah Kader Partai Siap Bergabung
- Wow! Jokowi Targetkan PSI Raih 30 Kursi DPR, Butuh Dana Rp 2,5 Triliun
OCCRP berkantor pusat di Amsterdam, Belanda. Dilansir CNNIndonesia, lembaga independen itu merilis sederet finalis atau nominator yang masuk sebagai Person of the Year 2024 untuk kategori kejahatan organisasi dan korupsi atau Person of the Year 2024 in Organized Crime and Corruption.
OCCRP memasukkan beberapa presiden terkorup sebagai nominator atau finalis. Presiden Suriah Bashar Al Assad yang belum lama digulingkan, menjadi pemenang Person of the Year 2024 in Organized Crime and Corruption.
Namun, ada lima tokoh lainnya yang masuk daftar kategori sebagai orang terburuk ini. Salah satunya Jokowi, presiden RI dua periode. Jokowi sempat mau menjadi presiden tiga periode tapi ditolak secara masif oelh rakyat Indonesia.
Lima tokoh yang merugikan rakyat itu, termasuk Jokowi, masuk sebagai finalis tokoh terkorup berdasarkan voting terbanyak dari para pembaca hingga jurnalis di dunia.
"Kami meminta (voting) nominasi dari para pembaca, jurnalis, juri Person of the Year, dan pihak lain dalam jaringan global OCCRP. Para finalis yang memperoleh suara terbanyak tahun ini adalah: Presiden Kenya William Ruto, Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Pengusaha India Gautam Adani," demikian laporan OCCRP, Selasa (31/12/2024).
Penerbit OCCRP Drew Sullivan mengatakan korupsi merupakan bagian mendasar dari upaya merebut kekuasaan negara dan menjadikan pemerintahan otokratis berkuasa.
"Pemerintah yang korup ini melanggar hak asasi manusia, memanipulasi pemilu, menjarah sumber daya alam, dan pada akhirnya menciptakan konflik akibat ketidakstabilan yang melekat pada diri mereka. Satu-satunya masa depan mereka adalah keruntuhan yang kejam atau revolusi berdarah," kata Sullivan.
Bagaimana respons Jokowi yang terkenal dengan politik cawe-cawenya? Hingga berita ini diturunkan, Selasa (31/12/2024), belum ada pernyataan dari Jokowi terkait daftar OCCRP ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




