Banjir yang menerjang wilayah kecamatan Kendit, Situbondo
SITUBONDO,BANGSAONLINE.com - Kepala Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Narwiyoto menyebut penyebab utama banjir di Kecamatan Kendit adalah kerusakan hutan
"Pembalaka liar itu menjadi penyebab permulaan (banjir," kata pria yang karib disapa Totok itu, kepada BANGSAONLINE pada Jumat (27/12/2024).
BACA JUGA:
- Kemenag Situbondo Aksi Peduli Banjir Besuki dan Banyuglugur
- Belum Terealisasi, DPRD Situbondo Pertanyakan Perbaikan Rumah Terdampak Banjir
- Rapat Penanganan Banjir di Situbondo: Rp15 Juta per Rumah untuk Korban Terdampak
- Desak BTT Dicairkan, Tokoh Masyarakat Nilai Bupati Situbondo Tak Miliki Sense of Crisis soal Banjir
Totok menyoroti kebijakan hutan sosial. Sebab, jika tidak disikapi dengan bijaksana akan berdampak pada fungsi hutan.
"Hutan-hutan ini mulai dijadikan perhutanan sosial. Kalau tidak disikapi secara seksama, ini berbahaya. Jangan-jangan nanti hanya berpikir ekonomi. Untuk apa kenyang di musim kemarau, lalu hancur di musim hujan," tegasnya.
Tak hanya kebijakan hutan sosial. Menurut Totok, pemerintah Kabupaten maupun Provinsi harus turun tangan membantu normalisasi sungai.
Ia merasa untuk menormalisasi sungai, Pemdes tidak dapat bergerak sendirian.
"Ada avur (saluran) di gunung, kalau kemarau kering baru terisi musim hujan. Ini perlu normalisasi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




