Siaga Bencana, Pj Gubernur Jatim Ikuti Rakor Bersama Menko PMK dan Kepala BNPB di Grahadi

Siaga Bencana, Pj Gubernur Jatim Ikuti Rakor Bersama Menko PMK dan Kepala BNPB di Grahadi Pj Gubernur Adhy saat menerima bantuan operasional logistik dan dana siap pakai untuk penanganan bencana dari Menko PMK Pratikno di Gedung Negara Grahadi

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Pj. Gubernur Adhy Karyono menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2024 Wilayah Provinsi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (17/1/20242).

Rakor ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Pratikno, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana () Letjen TNI Suharyanto.

Dalam rakor ini turut dilakukan penyerahan bantuan dana siap pakai kepada Pemprov Jatim, Pangdam V Brawijaya, Polda oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana RI didampingi Pj. Gubernur Jatim dan Menko PMK.

Dukungan operasional penanganan siaga darurat hidrometeorologi juga diserahkan kepada Bupati/Walikota di .

Secara khusus, Pj. Gubernur Adhy menyampaikan rakor ini merupakan bentuk upaya nyata bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi hidrometeorologi. Utamanya pada musim penghujan dan momen libur Natal serta Tahun Baru (Nataru) 2025.

“Kami berupaya merumuskan langkah-langkah penanganan yang terukur agar bisa membantu masyarakat yang terdampak dengan maksimal sekaligus dapat dilakukan pencegahan ,” ujarnya.

“Pemprov Jatim telah menyiapkan langkah antisipasi hidrometeorologi antara lain rakor hidrometeorologi, surat himbauan Gubernur ke kabupaten/kota se Jatim menetapkan status siaga darurat meteorologi dengan SK Gubernur,” sambung Adhy.

Adhy menambahkan, Pemprov juga membuat keposkoan siaga hidrometeorologi, apel siaga dan gelar peralatan serta pengecekan Early Warning System (EWS), serta dukungan logistik dan peralatan yang diserahkan kabupaten/ kota.

“Alhamdulillah telah dilakukan apel siaga hidrometeorologi dan gelar peralatan Kab/Kota se- yang dilaksanakan masing-masing wilayah dipimpin kepala daerah,” katanya.

Sementara untuk penanganan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah saat ini, Adhy menyampaikan bahwa sudah mengambil fokus utama untuk evakuasi warga terdampak, utamanya kelompok rentan.

Kemudian melakukan manajemen pengungsian baik dari Dinas Sosial, , BPBD, dan instansi terkait guna penanganan mitigasi khususnya banjir.

Mitigasi di Jatim, dikelompokkan menjadi delapan klaster. Yakni Metropolitan, Madura, Ijen, Probomajang, Malang Raya, Wilis Selatan, Wilis Utara dan Labanegoro. Serta ada pengelempokan Daerah Aliran Sungai (DAS) diantaranya Wilayah Sungai Bengawan Solo, WS Brantas, WS Madura-Bawean, WS Welirang Rejoso yang mengakibatkan banjir di beberapa wilayah.

“Wilayah sungai menjadi salah satu penyebab banjir selain karena faktor curah hujan tinggi. Nyatanya, kondisi sungai dan aliran anak sungai mengakibatkan banjir yang terjadi di Mojokerto, Jombang dan Ponorogo,” tandasnya.

Lebih lanjut, Adhy menyampaikan, total di per 1 Januari hingga 16 Desember sebanyak 370 . Dan secara khusus, dimulainya hidrometeorologi basah di per 1 November - 17 Desember 2024 terdapat 62 kejadian dengan kategori sedang berat.

“Ini berdampak pada 26 Kabupaten/ Kota, 88 Kecamatan dan 197 desa. Serta mengakibatkan 3 korban meninggal, 1 orang luka berat, 6 orang luka ringan dan beberapa infrastruktur rusak,” tuturnya.

Di akhir, Adhy secara khusus meminta untuk memberikan informasi prakiraan cuaca di guna mengantisipasi terjadinya banjir. Dengan data dan informasi dari ini menjadi sangat penting, lebih detil dan terarah.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video ' Harga Sembako di Jawa Timur Meningkat Drastis Mulai Desember 2025':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO