"Penanaman seluas 0,8 hektare menggunakan bibit Inpari 42. Saat ini air sudah melimpah karena beberapa hari ini sudah turun hujan atau alas sudah turun hujan," ujarnya, Sabtu (09/11/2024) kemrin.
Ia menerangkan, tantangan yang dihadapi adalah ketersediaan air. Namun, ia meyakinkan petani agar tetap menanam padi dengan bantuan pompanisasi dan sumur bor.
BACA JUGA:8.500 Hektare Lahan di Sumenep akan Ditanami Tembakau, Pemkab Siapkan Bantuan Bibit dan Traktor
"Beberapa bulan yang lalu kita tanam padi di musim kemarau dibantu dengan pompanisasi dan sumur bor. Itu dilakukan karena dinilai efektif menghadapi kekeringan," kata Agus Sugiyono.
Menurut Agus, percepatan waktu tanam dan penambahan luas tanam merupakan solusi yang dipilih pemerintah dalam upaya menggenjot produksi padi setinggi-tingginya menuju swasembada.










